Bolehkah Kita Mengucapkan “Gong Xi Fa Cai” ?

0
488
imlek

WahidNews, Menjelang perayaan tahun baru Imlek, biasanya terdapat banyak hiasan di mall-mall yang didominasi warna merah dan ada ucapan Selamat Tahun Baru Imlek. Tidak hanya di mall-mall, di televisi pun nuansa tahun baru imlek juga terasa. Para pembawa acara di TV sering mengucapkan “Gong Xi Fa Cai” dalam rangka memberikan ucapan selamat tahun baru Imlek.

Perlu diketahui bahwa Imlek adalah peringatan tahun baru untuk orang-orang Tiong Hoa. Imlek merupakan hari raya agama Kong Hu Cu dan di dalam Imlek juga terdapat kegiatan bakar kemenyan atau dupa dan acara sembahyang.

Karena Imlek merupakan hari raya keagamaan, maka jika kita ikut merayakan hari raya Imlek dan mengucapkan “Gong Xi Fa Cai” berarti haram hukumnya, seperti halnya keharaman ikut merayakan dan mengucapkan Selamat Natal.

Dengan mengucapkan selamat kepada mereka pada saat perayaan hari raya mereka, berarti kita mendukung dan menyetujui hari raya tersebut. Dan menunjukkan bahwa kita setuju dengan agama mereka. Inilah salah satu pintu kekafiran yang wajib kita jauhi.

Mengapa kita diharamkan untuk ikut merayakan hari raya agama lain? Mari kita perhatikan dalil-dalil berikut ini :

Pertama: Allah SWT berfirman,
وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا
“Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS. Al-Furqan: 72)

Ayat tersebut membicarakan tentang sifat-sifat “Ibadurrahman”  (Hamba Allah). Dan salah satu sifat ”Ibadurrahman” adalah “La yasyhaduuna Az Zuur”. Di dalam kitab tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa menurut Abul Aliyah, Thawus, Ibnu Siirin, Dhohhak dan  Rabi’ bin Anas, yang dimaksud dari kata “La Yasyhaduuna Az-zur” adalah menghadiri hari-hari raya orang musyrik. Itu berarti diantara sifat Ibadurrahman adalah tidak menghadiri hari raya orang kafir dan musyrik.

Kedua: Ikut merayakan hari raya orang kafir adalah bentuk tasyabbuh yang nyata. Karena rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk golongan kaum tersebut.” (HR Abu Daud).

Ketiga: Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah di dalam kitab “Ahkamu Ahlidz Dzimmah” berkata, “Tidak boleh bagi umat Islam mengahadiri hari raya orang kafir. Hal ini merupakan kesepakatan Ahlul Ilmi yang mana mereka pakar di dalam masalah tersebut”.

Dalam kitab tersebut Ibnl Qayyim AL Jauziyyah menukil atsar dari Umar bin Khattab yang diriwayatkan oleh AL Baihaqi, beliau berkata, “Janganlah kalian bertamu kepada orang musyrik di tempat-tempat peribadatan mereka di hari raya mereka. Karena pada saat itu murka turun kepada mereka.”

Selain itu beliau juga menukil atsar dari Abdullah bin Amru bin Ash, beliau berkata, “Barangsiapa yang melewati negeri asing kemudian dia ikut merayakan hari raya Nairuz dan Mahrajan (hari raya orang kafir) dan menyerupai mereka hingga dia meninggal, maka dia akan dibangkitkan bersama orang kafir pada hari kiamat.” (Ahkam Ahludz Dzimmah 723-724).

Di halaman lain dalam kitabnya tersebut, Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah juga mengomentari tentang ucapan selamat terhadap syiar agama lain dengan berkata, “Adapun memberikan ucapan selamat terhadap syiar-syiar kekufuran yang identik dengan mereka, maka hal ini terlarang berdasarkan kesepakatan para ulama. Seperti memberikan ucapan selamat kepada mereka pada hari-hari raya mereka dan hari puasa mereka..” (Ahkamu Ahlidz Dzimmah 144)

Dari semua keterangan di atas kita bisa menyimpulkan bahwa menghadiri, ikut merayakan dan mengucapkan selamat hari raya agama lain adalah HARAM. Karena terdapat unsur tasyabbuh, bentuk kecintaan kepada orang kafir dan agama mereka, serta tidak menutup kemungkinan seseorang bisa terjerumus kepada peribadatan kepada selain Allah SWT. Naudzubillah. (ilham)

Referensi :
Ibnu Qayyim Al Jauziyyah, Ahkamu Ahlidz Dzimmah

SHARE
Previous articleFenomena Cyber Bullying
Next articleManusia Bukan Malaikat