Inilah Mengapa Kita Harus Belajar Bahasa Arab

0
573
belajar

Oleh: Ahmad Yusuf abdurrohman

***

“Mengapa kita harus belajar Bahasa Arab?”
Begitulah kira-kira redaksi yang sering dirangkai beberapa orang untuk menanyakan alasan  mempelajari Bahasa Arab. Atau bahkan, itu yang dipertanyakan pada diri sendiri ketika mulai mempelajari Bahasa Arab.

Bagi sebagian orang yang hobi bergaul dengan sesuatu yang ‘berbau Arab’ mempelajari bahasanya adalah sebuah kenikmatan tersendiri. Lalu, bagaimana dengan yang lain?

Penulis pernah ditanya oleh salah satu teman lama tentang apa kesibukan yang sedang ditekuni saat ini. Dan penulis pun menjawab bahwa sedang melanjutkan studi di salah satu lembaga pendidikan Bahasa Arab. Spontan dia bertanya lagi, “Kenapa belajar Bahasa Arab? Apa mau kerja di Arab?” tanyanya sambil tertawa.

Penulis hanya tersenyum mendengarnya, seraya berkata,”Ya nggak gitu juga sih.”
Namun, dari kejadian singkat dan kebetulan itulah penulis ingin mengatakan bahwa sesungguhnya mempelajari Bahasa Arab bukan hanya untuk mempermudah mencari kerja jika berminat pergi ke negara-negara Arab. Sesungguhnya, banyak sekali keuntungan yang didapatkan seseorang ketika mempelajari Bahasa Arab.

Jika kita perhatikan lebih jauh, Bahasa Arab adalah pondasi besar dalam agama Islam. Karena, jika ingin benar-benar belajar Islam dengan sempurna, Bahasa Arab adalah salah satu kunci untuk mendapatkannya. Maka tidaklah heran, jika Khalifah kedua umat ini; Ummar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu pernah berkata, ” Pelajarilah Bahasa Arab. Karena, Bahasa Arab adalah bagian dari agama kalian.”

Ya, itu semua memanglah benar. Sumber utama sebagai rujukan kita dalam berislam adalah Al Qur’anul Karim. Dan Al Qur’an tentu saja diturunkan dengan Bahasa Arab.

Marilah kita simak ayat yang menunjukkan hal ini.

”Dan demikianlah Kami wahyukan (Al Qur’an) kepadamu dalam bahasa Arab.” [1]

Dalam ayat yang lain, Allah juga menegaskan kepada kita tentang hal ini.

“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” [2]

Saat menafsirkan ayat ini, Ibnu Katsir menjelaskan, “Yang demikian itu (bahwa Al -Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab) karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas, dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia. Oleh karena itu, kitab yang paling mulia (Al-Qur’an) diturunkan kepada Rasul yang paling mulia (Muhammad, Shallallahu ‘alaihi wasallam), dengan bahasa yang termulia (Bahasa Arab), melalui perantara malaikat yang paling mulia (Jibril), ditambah kitab ini pun diturunkan pada dataran yang paling mulia diatas muka bumi  (Arab), serta awal turunnya pun pada bulan yang paling mulia (Ramadhan), sehingga,  Al-Qur an menjadi sempurna dari segala sisi.” [3]

Itulah bahasa mulia yang mana sumber utama hukum islam menggunakan bahasanya. Terlebih lagi, hadits yang merupakan sumber hukum kedua setelah Islam juga menggunakan Bahasa Arab. Dan tentunya, untuk mempelajari keduanya dengan benar dan sesuai dengan pemahaman salafush shaleh kita harus mempelajari Bahasa Arab dengan sungguh-sungguh.

Selain Al Qur’an, hadits, perkataan sahabat, dan lain sebagainya banyak sekali hubungan antara islam dan Bahasa Arab. Istilah yang digunakan dalam syariat juga tentunya banyak yang berbahasa Arab.

Itulah mengapa, kita harus belajar Bahasa Arab. Karena, Islam sangatlah memerlukannya. Dan dengannya kita akan bisa memahami Islam dengan benar sesuai dengan pemahaman salafush shalih yang juga menggunakan Bahasa Arab. Janganlah berkecil hati karena kita bukan dilahirkan di Arab. Karena, Sibawaih yang merupakan Ahli tata Bahasa Arab juga bukanlah orang Arab.

Bahkan, dari negeri kita sendiri banyak sekali orang yang dengan izin Allah kemudian kesungguhannya mampu berbicara layaknya orang Arab asli. Meskipun sebenarnya mereka tak ada nasab yang menyambungkan diri mereka kepada orang Arab.

Maka, mulailah belajar bahasa Arab, Kawan. ^^

***

Referensi;

[1] Al Qur’an, Surat Asy Syura’ Ayat 07

[2] Al Qur’an, Surat Yusuf Ayat 02

[3] Tafsir surat Yusuf dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir

***

Jakarta, 31 Januari 2016