Perbedaan Tauhid dan Trinitas

0
162
tauhid

WahidNews, Al Qur’an yang telah menyebutkan nama Isa dan Mariam dengan penghormatan serta penghargaan yang demikian rupa dari Tuhan sehingga kita pun turut bersimpati pula, terbawa oleh rasa persaudaraan. Tetapi apa yang menyebabkan kita lalu bertanya?? Kalau begitu, kenapa kaum Muslimin dan Kristen selama berabad-abad terus bermusuhan dan berperang?? Jawaban atas pertanyaan ini ialah, bahwa antara ajaran-ajaran Islam dan Kristen itu terdapat perbedaan asasi yang menjadi suatu sebab perdebatan hebat semasa Nabi, sekalipun perdebatan demikian itu tidak sampai melampui batas permusuhan dan kebencian.

Kaum Kristen tidak mengakui Kenabian Muhammad seperti Islam yang mengakui Kenabian Isa, Kristen berlandasan Trinitas, sedang Islam sama sekali menolak, selain Tauhid. Kaum Kristen menuhankan Isa, dan berpegang pada argumentasi ketuhananya itu bahwa dia sudah berbicara sejak didalam buaian serta memperlihatkan mukjizat-mukjizat yang tak dapat dilakukan oleh yang lain, suatu hal yang sebenarnya hanya dapat dilakukan oleh Tuhan.
Pada masa permulaan Islam mereka mendebat kaum Muslimin tentang itu dengan menggunakan Qur’an, dengan berkata : Bukankah Qur’an yang diturunkan kepada Muhammad itu mengakui pendapat kami ketika berkata :

“Dan tatkala para Malaikat berkata : ‘ Aduhai Mariam, Tuhan menyampaikan berita gembira kepadamu dengan firman Tuhan : namanya Isa Almasih anak Mariam, orang terpandang di dunia dan di akhirat dan termasuk orang yang dekat (kepada Tuhan). Ia akan berbicara dengan orang semasa ia anak-anak dan sesudah dewasa dan ia tergolong orang yang baik-baik.’ Kata (Mariam)nya : ‘ Tuhan, darimana saya akan mendapatkan anak, padahal tak ada orang yang menyentuhku.’ Ia (Tuhan) berkata : ‘ Begitulah, Tuhan mencipta menurut kehendak-Nya. Jika ia memutuskan sesuatu, Ia hanya berkata : Jadilah, maka ia pun jadi. Dan Ia mengajarkan Kitab kepadanya, hikmah kebijaksanaan, Taurat dan Injil. Dan Ia diutus menjadi Rasul bagi keluarga Israil : ‘ Aku datang kepadamu membawa sebuah Bukti dari Tuhanmu. Kuciptakan dari tanah liat bentuk serupa burung. Kutiup ia lalu ia menjadi seekor burung dengan izin Allah, dan aku dapat menyembuhkan orang buta dan berpenyakit kusta serta menghidupkan orang mati dengan Izin Allah. Aku pun dapat memberitahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan dalam rumahmu. Itulah suatu bukti bagimu bila kamu orang-orang yang beriman.”

Jadi Qur’an menegaskan, bahwa ia menghidupkan orang mati menyembuhkan orang buta asal dari kelahiran, menyembuhkan kusta, dan dari segumpal tanah dijadikannya seekor burung dan dapat membuat profesi (ramalan) dan semua ini adalah merupakan sifat-sifat Ilahiah. Inilah pandangan kaum Nasrani masa Nabi, yang dijadikan mereka bahan argumentasi dan mengajaknya berdebat dengan pendirian, bahwa Isa juga Tuhan disamping Allah. Dan ada lagi segolongan mereka itu yang berpendirian menuhankan Mariam karena Allah telah menurunkan sabda-Nya kepadanya. Pendirian kaum Nasrani yang demikian pada masa itu menganggap Mariam satu dari tiga dalam Trinitas : Bapa, Anak dan Ruh Kudus. Mereka yang berpendirian dengan menuhankan Isa dan ibunya itu hanya merupakan satu sekta dari sekian banyak sekta-sekta Nasrani yang bermacam-macam dan terpencar-pencar itu. (Ruby)

Sumber :
Muhammad Husain Haekal. 2002. Sejarah Hidup Muhammad. Cet ke-26. Jakarta : PT. Mitra Kerjaya Indonesia.